awal aku mengenal cinta sejak duduk di SD, ne cinta masih cinta monyet sih..
aq dan dia berpacaran selama 6 tahun kami banyak mengalami rintangan yang sangat berat,
cinta kami di tentang oleh kedua orang tua kami, memang sih keluarga dia antara kami tidak menjalin harmonis, tetapi kami tetap saja menjalani meskipun dengan sembunyi - sembunyi masa berpacaran, kami bertekat untuk mempersatukan hubungan antara keluarga kami,
itu semua di karenakan dengan sebuah materi.
emang sih kami keluarga yang hidup dengan pas-pasan, tidak seperti dia yang semua serba ada sampai - samapai kami pergi dari rumah selama 1 minggu ke rumah paman dia yang jauh dari tempat tinggal kami, kami di cari - cari, sampai - sampai aq di laporkan ke polisi dengan tuduhan saya menculiknya, itu pun aq ketahui dari sepupu aq sekaligus sobat karib aq yang selalu memberikan semangak kepada kami, namun dia hanya bisa memberikan semangat hanya dengan singkat, karena Allah berkehendak lain, dia di jemput untuk kembali kepadanya lagi, dia pergi karna kecelakaan motor, sewaktu mengikuti event tingkat provinsi, sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir kalinya di pangkuan aq, dia sempat berpesan bersama aq, " aq hanya berpesan bersama mu, tolong jaga adik - adik ku jangan samapikan salam ke pada kedua orang tua aq, kalau aq akan pergi untuk selama - lamanya dan jagalah hubungan kalian hingga kita bersama" pesan itulah yang selalu teringan di dalam benak aq hingga sekarang,
untuk sahabat terbaikku:
"Engakau lah sahabat, kita tetap tidak terlelap, walau jarak mengekang namun masa kan tetap mengejar, engkaulah sahabat ku yang slalu ada di setiap tempat, kita tidak memperdulikan keadaan kita"
untuk cintaku kini menjadi erat bersama nya, namun kedua orang tua kami menghalang kami tidak memperdulikannya, meskipun kehidupan kami seperti bumi dan langit yang tidak mungkin untuk bersatu, tetapi kami bertekat untuk mempersatukannya itu, hanya bermodalkan kenyakinan, kami berusaha untuk bisa mempersatukannya.
memang kami tahu bahwa untuk mempersatukanya penuh kemustahilan, penuh rintangan yang berjalan di atas gurun pasir yang sangat panas, berjalan di bebatuan yang sangat tajam, yang lincin, namun kami berhati- hati.
memang cinta jika dari materi sangat sakit - sakit sekali, seperti pedang yang menusuk jantung hati dan di kasih jeruk nipis, sangat - sangat pedih rasanya.
saat ramadhan tiba kami slalu buka puasa bersama, meskipun hanya berbuka dengan secangkir air putih, namun kami tetap bahagia dengan semua itu, tetapi kebahagian itu cuman sementara
dia jatuh sakit, rupnya dia sakit kanker otak, dia pun pergi pas di hari kemenangan..
sampai sini duluh lah cerita aq yg mungkin tidak bermanfaat untk para teman...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar